Tuesday, 31 December 2013

R.I.P

Sampai pagi ini hujan pun tak juga reda, membuatku enggan beranjak dari tempat tidurku.
Hari ini tepat tanggal 1 Januari, dan tanpa kusadari sudah setahun berlalu tanpa kau di sisiku. Masih tergambar jelas wajahmu di ingatanku. Tak pernah bisa kulupakan semua tentangmu, senyummu yang selalu mewarnai hari - hariku. Canda dan tawamu yang dapat membuat semua kesedihanku sirna seketika serta kesabaranmu yang selalu bisa meredamkan amarahku.

Pagi ini tiba - tiba saja semua kenangan tentang kita muncul kembali. Cerita tentang kita yang tak pernah ku lupa untuk selamanya walaupun kini kau sudah berada jauh di sana. Setahun yang lalu kau sering mengajakku pergi mengunjungi dan membantu adik - adik kita yang kurang beruntung. Kau mengajariku betapa banyaknya nikmat yang Tuhan berikan kepada kita dan kau juga yang mengajariku untuk selalu berbagi dengan mereka yang kurang beruntung.

Di tengah kondisi fisikmu yang lemah kau masih bisa berbuat banyak untuk orang lain dan terkadang sampai - sampai kau lupa dengan kesehatanmu. Sering kali aku menyuruhmu untuk beristirahat mengingat kesehatanmu yang terus melemah namun tak jarang pula kau menolaknya. " Tidak apa - apa, aku baik- baik saja " katamu sambil tersenyum meyakinkanku. Dan akupun tak kuasa untuk melarangmu melakukan hal - hal yang kau inginkan.

Sudah setahun ini aku tak pernah lagi mendengar canda tawamu yang renyah dan tak pernah lagi ku melihat wajahmu yang lucu dengan senyummu yang manis. Hanya beberapa foto kita yang selalu menemaniku ketika aku rindu akan hadirmu. Sampai saat ini aku masih sering mengunjungi dan membantu mereka seperti yang selalu kau lakukan dulu. Namun sepertinya aku belum bisa sepertimu, mereka selalu cerita tentang kamu, berkata betapa baiknya kamu, betapa sayangnya kamu kepada mereka, dan betapa berartinya kamu untuk mereka, serta betapa  kehilangannya mereka saat kamu pergi.

Kau selalu bisa memberikan kebahagiaan pada setiap orang di sisimu di tengah segala kekuranganmu. Aku bangga pernah menjadi bagian dalam hidupmu. Dan aku yakin kau tengah bahagia saat ini berada di sisiNya.



Sebaik - baiknya manusia adalah yang memberikan banyak manfaat untuk orang lain......

_Rest In Peace_






Wednesday, 25 December 2013

RAIN AND RAINBOW

hujan dan pelangi
bagaikan ujian dan hadiah dalam kehidupan
pelangi hadir setelah hujan berlalu
layaknya kebahagiaan
sebagai hadiah yang kita dapatkan
setelah kita dapat melalui ujian kehidupan


jika kau merasa jalan hidup yang kau lalui begitu sulit
mungkin itu salah satu ujian hidupmu
teruslah berusaha melaluinya
karena ku yakin kau pasti bisa
dan kau akan menemukan pelangi yang indah
di ujung jalanmu


Monday, 14 October 2013

LOST

Malam ini rasanya sulit sekali untuk memejamkan mataku padahal waktu sudah menunjukkan pukul 1 tengah malam, pikiranku masih saya terbayang dengan kejadian siang tadi.

***

Hari ini aku berencana makan di luar bersama teman-temanku, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 12 siang  waktunya kami istirahat. " Makan di cafe seberang jalan aja yuk" ajak Syifa. " Ogah ah, gue gak suka makanan di situ " sahut Rizki. " Yasudah kita makan ditempat biasa aja " " jawabku berusaha mencari solusi. " Okedeh kalo begitu " sahut mereka kompak sambil berjalan keluar.
Tak berapa lama kami sampai di restoran yang kami tuju, letaknya memang tak jauh dari tempat kami bekerja mungkin hanya sekitar 10 menit  dengan berjalan kaki. Kami memilih tempat duduk dekat kaca parkiran.

" Mau pesan apa lu ?? " tanya Syifa sambil menunjukkan daftar menu makanan padaku dan Rizki. " Gue kaya biasa aja " jawabku. " Kalo gw ayam bakar aja deh " jawab Rizki kemudian. Syifa pun memesan makanan kepada waiter. Tak lama kemudian pesanan kami datang dan kami pun langsung menyantapnya dengan lahap sambil sedikit berbincang - bincang. Tiba - tiba saja pandanganku mengarah pada sebuah mobil yang baru saja terparkir tak jauh dari tempat dudukku.

Sejenak kemudian keluarlah sesosok pria dengan tubuh proposional dan berjas rapi bak eksekutif muda. Dan rasanya wajah pria itu sangat tidak asing bagiku. Angga sebuah nama yang langsung terlintas dalam pikiranku. Angga adalah sahabat baikku, kami berteman sejak kecil, rumahku hanya berjarak beberapa meter saja dari rumahnya. Kami selalu bersekolah di tempat yang sama dari TK sampai SMA. Dimanapun ada aku pasti ada dia. Keluarganya pun sangat baik dan sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri begitupun sebaliknya.

Namun setelah lulus SMA ayah Angga mendapatkan tugas di luar negeri. Dan karena Angga anak tunggal dan sangat dekat dengan kedua orangtuanya, diapun memutuskan untuk ikut dengan orangtuanya dan melanjutkan sekolahnya disana. Sejak saat itu aku tak lagi melihat wajahya, pada awalnya kami masih berhubungan lewat telepon tapi setelah beberapa bulan kami kehilangan kontak. Tak tau mengapa setiap kali aku menelponnya selalu tidak aktif, aku mencoba mencari informasi dari keluarganya yang ada di Jakarta, tapi tak kudapatkan informasi apapun tentangnya.

Sempat aku khawatir tentang keadaannya tapi aku berusaha untuk selalu berpikir positif. Sudah hampir 5 tahun aku tidak pernah berhubungan lagi dengannya sampai saat ini. " Win" panggil Rizki membangunkanku dari lamunanku." Kenapa lu kok begong gitu ?? " tanya Syifa. Akupun hanya menggeleng saja memastikan bahwa semua baik - baik saja.

Tanpa kusadari pria tersebut sudah berada di dalam cafe dan duduk tak jauh dari tempatku. Pandanganku terus tertuju padanya memastikan apakah itu benar Angga. Dan tiba - tiba dia menoleh ke arah ku saat aku sedang memperhatikannya dan dia tersenyum padaku lalu sejenak dan kemudian kembali menyantap hidangannya. Matanya yang bulat dan senyumnya yang hangat membuatku yakin kalau itu memang benar dia.

Namun mengapa dia tak langsung menyapaku dan menghampiriku seperti dulu yang dia lakukan setiap saat kita bertemu. Dia seperti tak mengenalku lagi apakah mungkin dia lupa kepadaku. Padahal tak banyak yang berubah dariku. Pertanyaan itu terus berputar di kepalaku hingga pukul 3dini hari dan sampai akhirnya matakupun mulai terpejam.

***



All about me that will never change

Semua tentangku yang tak akan pernah berubah

Maaf bila akhirnya harus seperti ini
Semua ini buka inginku
Tapi mungkin ini memang yang terbaik untuk kita

Maaf bila ku tak pernah bisa menjadi inginmu
Karena aku tetaplah aku
Tak akan pernah menjadi dia

Andai saja kau dapat sedikit mengerti
Mungkin kita masih bisa tetap bersama




Monday, 26 August 2013

Ayah

Tak terasa sudah 5 tahun kau meninggalkanku
Apa kabarmu disana, Ayah ??
Aku selalu berdoa agar kau mendapatkan tempat terbaik disisiNya

Ayah, aku rindu hadirmu disini
Aku rindu tawamu
Aku rindu senyummu
Bahkan aku rindu marahmu

Ayah, sejak aku beranjak dewasa
Hidup ini tak semudah yang kubayangkan
Apalagi untuk menggapai semua impianku

Tapi aku tidak akan menyerah
Aku ingin menjadi orang yang kuat sepertimu
Aku janji akan terus menjaga Ibu
Dan aku juga akan membuatmu bangga

Terima kasih atas segala kasih sayang yang telah kau berikan
Kau akan selalu menjadi ayah yang terhebat untukku

Miss you Dad
You're the best

Beware there are children around us

Kata orang anak kecil itu peniru yang baik. Kalo denger kata - kata itu gw jadi inget cerita temen gw. Namanya Dila dan dila punya tetangga yang masih kecil. Anak itu suka main di rumah Dila dan juga udah lumayan deket sama Dila. Dila suka ngajarin anak itu buang sampah pada tempatnya dari umur 1tahunan. Sampe - sampe jadi kebiasaan setiap anak itu selesai makan pasti bungkusnya di buang di tempat sampah. Tapi tiba - tiba suatu hari anak itu main ngelempar aja bungkus jajanan bekas dia makan di depan rumahnya. Truz Dila kaget dan langsung ngebilangin anak itu buat ambil bungkus itu dan buang ke tempat sampah. Eh tapi dia malah gak ngegubris omongan Dila dan langsung pergi. Dan lebih parahnya lagi nyokap Dila malah ngebelain anak itu katanya biarin aja namanya juga anak kecil nanti juga di sapu halamannya." Ia sih gw juga ngerti" pikir Dila " tapi justru harus di biasain dari kecil kalo gak dari sekarang yang ada malah susah buat di ajarinnya " pikir Dila lagi. Tapi Dila lama - lama jadi tau kenapa anak itu udah gak mau lagi buang sampah ditempatnya. Ternyata nyokap  anak itu kalo buang sampah main lempar aja di depan rumah. Dan lama - kelamaan mungkin dia jadi mikir kalo nyokapnya aja buang sampah gak pada tempatnya ngapain dia harus buang sampah di tempatnya. Dila jadi kesel sendiri sama nyokap anak itu padahal dia udah berusaha ngebiasaain anak itu buat buang sampah di tempatnya tapi gara - gara dia ngeliat nyokapnya ngebuang sampah sembarangan dia malah jadi ikut - ikutan -___-

Dari cerita si Dila kita jadi bisa lebih hati - hati dalam berbicara ataupun bertindak karena ada anak - anak yang akan mencontoh perilaku kita entah itu keponakan kita atau siapapun. Apalagi untuk wanita yang mempunyai anak kecil......






Monday, 8 April 2013

REZPECT :D

dalam menjalankan hidup ini kita harus TETAP SEMANGAT untuk jadi yang TAK TERKALAHKAN dan jadi SANG JUARA harus tetap mengEXPRESIKAN diri dan jangan pernah takut untuk bermimpi karena HIDUP BERAWAL DARI MIMPI walaupun harus TERINJAK TERHEMPAS yakinlah CAHAYA CINTA SEJATI akan selalu menemani untuk bangkit dari BUMI KE LANGIT.......


                                                             \m/     R.U.F.A     \m/